Indonesia memiliki daerah destinasi wisata yang banyak. Keseluruhan destinasi wisata tersebut tersebar mulai dari barat hingga timur Indonesia. Beberapa yang menarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara tentu saja ibukota Indonesia sendiri. Namun bukan hanya itu, terdapat Bali, Lombok dan Labuan Bajo yang terkenal dengan daerah wisata pantai dan pulau-pulau kecil yang eksotis. Selain itu juga terdapat destinasi wisata yang terkenal dengan wisata budayanya yang berada di sekitaran pulau Jawa seperti Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Jika mendengar kata “Yogyakarta” apa yang ada di benak anda? Ya, Yogyakarta dikenal berbudaya, ramah, biaya hidupnya murah dan banyak memiliki obyek wisata. Sejak dulu meskipun zaman terus berkembang, Yogyakarta tetap mampu mempertahankan tradisi budayanya termasuk keramah-tamahannya. Salah satu buktinya adalah banyaknya pendatang dan para wisatawan yang berkunjung dan berdomisili di Yogyakarta baik untuk sementara maupun dalam jangka waktu yang panjang. Mengenai biaya hidupnya yang murah, memang hal ini merupakan hal yang relatif. Namun di banyak lokasi di Yogyakarta memang ditemukan banyak tawaran produk-produk serta jasa yang dengan kreatifitas penduduknyak menghasilkan produk barang maupun jasa yang bisa dijangkau dengan harga yang murah. Itulah mengapa akhirnya daerah Yogyakarta memiliki daya tarik wisata yang tinggi.

Foto Tugu Yogyakarta, sumber ig @foto_ronsen

Foto Tugu Yogyakarta, sumber ig @foto_ronsen

Mengenai obyek-obyek wisatanya, ketertarikan wisatawan untuk berkunjung ke Yogyakarta karena memang banyaknya jenis-jenis wisata yang ditawarkan. Jenis-jenis wisata tersebut antara lain wisata MICE (Meeting, Incentive, Convention dan Exhibition), wisata alam, wisata budaya, dan wisata minat khusus. Wisata MICE berbentuk fasilitas-fasilitas rapat, istirahat, acara dsj. Wisata alam Yogyakarta bisa ditemukan diseluruh kabupaten dan kotanya dengan beraneka ragam keindahan alam mulai dari pantai, bawah laut dan puncak bukit dan gunung. Mengenai wisata budaya, keberadaanya memang diperuntukkan sebagai bentuk pelestarian dan pengenalan ke berbagai kalangan. Sedangkan wisata minat bisa berbentuk tempat-tempat belanja, pabrik kerajinan, oleh-oleh khas, kuliner dsj.

Berbicara daya tarik wisata, setidaknya terdapat 37 hotel berbintang dan 1.000-an lebih hotel melati di Yogyakarta. Banyaknya hotel dan penginapan ini tidak terlepas dari jumlah rata-rata kunjungan wisata sebanyak 23,7 juta pada tahun 2017. Bayangkan bagaimana mengakomodir jumlah kunjungan wisata yang seramai itu. Dengan fakta ini, diketahui bahwa kontribusi bidang pariwisata terhadap pergerakan ekonomi masyarakat Yogyakarta cukup signifikan jumlahnya. Maka, wajar saja jika banyak kampus-kampus dan jurusan pariwisata didirikan. Semuanya untuk memenuhi kebutuhan pasar, yakni tersedianya obyek-obyek wisata yang menarik serta pelayanan dan jasa pariwisata yang memuaskan.

Melihat Dua Sisi Keindahan Pantai Drini, Gunung Kidul

Keindahan Pantai Drini, Gunung Kidul

Selain itu pemerintah setempat terus berupaya agar daya tarik wisata Yogyakarta bisa semakin baik lagi kedepannya. Banyak obyek-obyek wisata baru didirikan serta ditemukan dan masih sedikit diberikan perhatian. Sehingga pemerintah setempat mengadakan even-even besar yang mampu menarik wisatawan sehingga berbuah pada peningkatan pemasukan. Even-even yang sudah diadakan sejak tahun lalu diantaranya Artjog, Customfest, Jogja Internasional Heritage Walk, Netpac Asean Film Festival, hingga Malioboro Street Performance. Even-even ini berhasil menaikkan jumlah kunjungan wisata dibandingkan tahun lalu bahkan bisa dikatakan melebihi target sebesar angka kunjungan wisata yang sudah disampaikan sebelumnya.

Demikian sedikit informasi mengenai Yogyakarta dan daya tariknya. Semoga Yogyakarta bisa semakin baik lagi didalam pengelolaan pariwisatanya sehingga mampu bersaing dan menjadi destinasi wisata terbaik di Indonesia. Simak juga artikel lainnya dari kami mengenai tips berwisata dan ulasan-ulasan mengenai obyek-obyek wisata yang terdapat di Yogyakarta. Semoga artikel ini bermanfaat.

Kekayaan Sektor Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta
Rate this post